HotProfit

Hot and Smart Stragety to Profit

SOLUSI MENGHINDARI BROKER YANG CURANG !

Trading di broker yang aman adalah salah satu komponen utama untuk memastikan keberhasilan trading Anda. Coba Anda bayangkan, apabila Anda sudah punya strategi dan psikologi trading yang matang, namun broker Anda ternyata kerap berbuat curang. Semua upaya dan kerja keras tentu akan terbuang sia-sia. Karena bagaimanapun juga, fasilitas trading utama seperti platform, kuotasi harga, dan eksekusi order, semuanya disediakan oleh broker.

Tidak heran bila sebuah broker benar-benar berniat untuk memanipulasi trading kliennya, maka cara trading sebagus apapun, dan kondisi mental setenang apapun, tidak akan banyak membantu keselamatan akun trading Anda. Mereka memang sudah mendapat profit dari biaya komisi ataupun spread, namun tetap saja selalu ada cara curang dilakukan untuk memperoleh keuntungan lebih. Berikut 5 ciri-ciri broker yang melakukan kecurangan:

1. Berburu stop loss

Broker yang kerap melakukan ini juga disebut sebagai “stop loss hunter”. Dengan bantuan dari robot jenis tertentu, broker memonitor trading kliennya dan memanipulasi spread. Tidak hanya menggunakan robot, broker juga ada yang mempekerjakan tenaga ahli khusus untuk melaksanakan perbuatan curangnya. Trik ini diterapkan agar posisi trading cepat terkena stop loss saat harga bergerak melawan order Anda.

Contoh, Anda membuka posisi sell GOLD di 1.318 dengan menempatkan stop loss di 1.328. Saat harga bergerak naik sampai ke 1.327.25, selisih posisi short Anda dari stop loss hanya berjarak 5 pips. Katakanlah biaya spread awal 2 pips, maka hanya ada 3 pips tersisa sebelum order tersebut menyentuh stop loss.

Dalam situasi seperti ini, stop loss hunter akan melebarkan spread yang tadinya 2 pips menjadi 5 pips, sehingga order short Anda kena stop loss dan sudah pasti rugi. Hal ini sulit dikenali Karena posisi running trade. Anda bisa membandingkan dengan broker lain.

2. Slippage

Slippage pada dasarnya adalah tereksekusinya order di harga yang tidak dipesan. Kondisi ini bisa terjadi saat market sedang sangat aktif karena ada lonjakan volatilitas. Tetapi di broker curang, pergerakan harga sebenarnya relatif lebih tenang dan tidak terlalu volatile. Mereka bisa menentukan harga bid-ask sendiri dan dengan demikian lebih mudah memanipulasi trading kliennya. Slippage adalah salah satu cara yang mereka gunakan untuk mengurangi profit maupun menambah loss klien.

Sebagai contoh, Anda open buy GOLD dengan harga beli 1312.22, namun sesudah meng-klik tombol buy, order tersebut justru tereksekusi di level 1.313.00. Dalam skenario harga benar-benar naik ke 1.314.00, profit yang semestinya berjumlah 20 pip hanya akan bernilai 5 pip.

Namun jika harga justru turun misalkan hingga ke 1.311.29, maka kerugian Anda bisa mencapai 35 pip. Padahal jika tereksekusi di harga normal loss Anda hanya akan sebesar 10 pip. Inipun belum ditambah biaya spread.

3. Requote

Requote adalah tertundanya eksekusi trading, dimana broker akan menawarkan kuotasi harga baru (yang kurang menguntungkan) agar Anda bisa melanjutkan entry. Mirip seperti slippage, namun order yang anda lakukan tidak done sehingga terkesan seperti koneksi internet yang lambat.

4. Utak-atik Swap

Swap adalah komisi yang harus Anda bayarkan ketika punya posisi menginap. Besar biayanya dihitung dari selisih bunga Bank Sentral yang berkaitan dengan pair mata uang trading Anda. Secara umum, besaran swap memang bisa berbeda antar broker. Namun lihat dulu perbandingan antara swap broker dengan swap hasil perhitungan suku bunga acuan bank sentral.

5. Leverage tinggi

Pada awalnya, leverage dianggap sebagai fitur ampuh untuk mendukung trader mengambil ukuran trading yang lebih besar dari kekuatan modalnya. Tapi fasilitas ini juga bisa menyebabkan akun rentan terhadap margin call jika digunakan secara berlebihan. Ketika broker market maker menawarkan leverage hingga ribuan bahkan mencapai 1:2000, hal itu bisa jadi bukanlah untuk membantu tapi justru untuk menjerumuskan akun Anda, karena money management akan semakin kompleks ketika leverage makin tinggi.

Akan tetapi, 5 ciri-ciri diatas belum tentu bisa langsung kita asumsikan sebagai sebuah kesalahan broker. Namun, kita pun sebagai seorang trader juga perlu mengenali penyebab kegagalan trading yang dilakukan. Coba perhatikan beberapa hal dibawah ini:

SOLUSI MENGHINDARI BROKER YANG CURANG

Regulasi tidak menjamin keamanan broker

Banyak pihak beranggapan bahwa broker yang sudah teregulasi di negara maju pasti aman. Kenyataannya belum tentu begitu. Seringkali hal ini hanya dijadikan daya tarik agar banyak klien mendaftar di broker tersebut. Padahal, dibalik anggapan umum tentang regulator bergengsi, terdapat fenomena seperti ini:

  • Selalu ada perbuatan curang yang bisa dilakukan tanpa terdeteksi badan regulator.
  • Broker bisa menyuap regulator agar mau meloloskan perbuatan curang mereka.
  • Beberapa figur penting yang menjabat di lembaga regulatif justru adalah para pemilik perusahaan perbrokeran.
  • Maka dari itu, jangan hanya melihat faktor regulasi sebagai komponen utama memilih suatu broker. Pahami pula poin-poin berikutnya untuk bisa lebih mengkonfirmasi keamanan broker.
  • Testimoni dan review broker
    Kesaksian para trader yang sudah pernah merasakan langsung layanan broker bisa menjadi konfirmator utama. Telusuri berbagai testimoni dan review broker, khususnya mengenai 5 ciri-ciri yang sudah dijelaskan di atas, dan kemudahan deposit serta withdrawal. Ada baiknya juga bila Anda mampu membedakan mana yang komplain nyata dan mana yang sekedar gugatan emosional.

Kenali perbedaan broker market maker dan ECN/STP

Secara mendasar, broker market maker berperan sebagai bandar dan mencari keuntungan dengan melawan trading kliennya. Mereka untung saat Anda loss, dan loss saat Anda untung. Sebaliknya, broker ECN/STP bertindak sebagai perantara dan tidak membuka posisi yang berlawanan dengan kliennya karena tidak mendapat keuntungan apa-apa saat trader loss. Justru, semakin banyak klien yang mendaftar dan mengembangkan profit di akun mereka maka akan semakin menguntungkan bagi broker ECN/STP.

HotForex Tight Spread

Risk Disclosure : Perdagangan Forex, Komoditas, Option dan CFD merupakan perdagangan yang menggunakan margin dengan tingkat KEUNTUNGAN yang sangat tinggi, TETAPI memiliki tingkat RESIKO yang sangat tinggi pula. Tidak semua orang cocok dan nyaman dengan perdagangan yang menggunakan margin, karena dapat mengakibatkan kehilangan sebagian bahkan seluruh modal yang Anda miliki. Pastikan bahwa Anda telah memahami risikonya dan tidak menginvestasikan uang Anda jika tidak akan mampu untuk kehilangannya. Harap pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada serta mempertimbangkan tujuan investasi dan tingkat pengalaman Anda sebelum memutuskan untuk terlibat dalam perdagangan ini. Mintalah saran independen apabila diperlukan. 

[ https://hotprofit.info | Created by MaitsaNetwork @ 2017 ]